Home / Hukum / KAJIAN HUKUM KASUS MAIN HAKIM SENDIRI DI BABELAN OLEH Sukowati.SP.Pakpahan

KAJIAN HUKUM KASUS MAIN HAKIM SENDIRI DI BABELAN OLEH Sukowati.SP.Pakpahan

Bekasi,www.metroaktualnusantara.com:
Kasus main hakim sendiri yang berakibat pembakaran oleh massa tentu sangat menyayat hati terlebih buat istri yang sedang mengandung dan seorang anak lelaki yang masih menunggu Ayahnya pulang hingga saat ini,apakah masyarakat sudah kehilangan nurani dan akal sehat dalam penegakan hukum, sehingga masih terjadi tindakan menghakimi seperti yang terjadi di Babelan karena diduga mencuri Amplifier salah satu Musholah yang mengakibatkan kematian yang sangat tragis? sungguh tak terkatakan lagi.

Kajian dari kronologis yg berkembang di media massa.

Selasa 01 agustus 2017 telah terjadi tindakan main hakim sendiri dengan cara pengeroyokan dan akhirnya pembakaran yang berujung kematian yang sangat tragis.
Menurut informasi kejadian ini bermula setelah MA selesai melakukan sholat Ashar yang kemudian meninggalkan musholah dan diduga melakukan pencurian sebuah amplifier Musholah.

Salah satu Marbot yang merasa yakin apa yang dilakukan MA adalah benar mencuri amplifier Musholah diapun langsung mencari laki” tersebut karena marbot tersebut teringat ketika beberapa kali berpapasan saat masih di mushola. Maka marbot tersebut mengejar dan menemukan MA sedang mampir di salah satu tempat dan kemudian Marbot tersebut langsung memberhentikan MA dan sehingga karena ketakutan MA langsung lati melompat ke sungai yang akhirnya sekelompok orang datang dan menghakimi MA dan akhirnya keadaan tersebut makin memanas sehingga MA pun meninggal karena dibakar.
Dari kronologis di atas ada beberapa hal yang perlu di kaji yaitu :

1) Kejadian diatas adalah bukti telah dilakukannya dengan terang”an dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan maut(meninggal dunia)

2) filsafat hukum menyatakan ” Ubi Societas Ibi Ius “. Dimana ada masyarakat disitu ada hukum, dengan melihat kronologi sejak disebarluaskan hilangnya amplifier Musholah, pencarian kesana-sini, dan akhirnya ketahui di ujung jalan oleh seorang Marbot yang berakibat ketakutannya MA hingga berani melompat ke sungai karena ucapan seorang Marbot dan berlanjut kejar”an, pengeroyokan oleh sekelompok orang yang disaksikan oleh jumlah orang yang sangat banyak orang dan kemudian dilanjutkan dengan pembakaran terhadap MA. Saya sebagai anggota masyarakat awam atau mahasiswa hukum yang sekarang menyelesaikan study di fakultas hukum bertanya, Apa yang telah terjadi sehingga terjadinya kekosongan penegakan hukum yang begitu lama sehingga sampai meninggalnya seseorang secara tragis(main hakim sendiri, yang dilakukan oleh sekelompok orang didaerah Babelan, Bekasi, dimana fungsi pemerintah yang seharusnya betanggung jawab terhadap kekosongan hukum.

3) Dari awal kejadian (kronologis) diatas yang begitu lama, fungsi hukum secara garis besar tidak berjalan sebagaimana mestinya seperti yang kita ketahui fungsi hukum menurut beberapa pakar hukum :
1. Alat penegendali sosial ( a tool of social control)
2. Alat untuk mengubah masyarakat ( a tool of social engineering)
3. Alat ketertiban dan pengaturan masyarakat.
4. Sarana untuk mewujudkan keadilan sosial lahir dan batin.
5. Sarana penggerak pembangunan.
6. Fungsi kritis dalam hukum.
7. Fungsi pengayoman dan,
8. Alat politik.

Dengan masih adanya cara” main hakim sendiri seperti kejadian yang terjadi di Babelan, Kabupaten Bekasi, dapat dipastikan bahwa tidak berjalan dengan baik dan benar fungsi hukum, siapa yang harus bertanggung jawab? Adakah tindakan tegas dari pemerintah terhadap kasus ini.kita tunggu saja,semoga penegak hukum menunjukan tajinya.
Penulis: mahasiswa hukum di salah satu universitas terbaik di Indonesia.

About adminMetro2%$

Check Also

GURU SMK 1 KOTA SOLOK GAMPAR 45 ORANG SISWI.

Share this on WhatsApp Solok,www.metroaktualnusantara.com : Karena merasa tersinggung dan di ejek para murid, seorang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *